Kamis, 17 Oktober 2013

Rindu Kawasan Industri Hijau

Pagi ini aku bersama bos meluncur ke daerah Gunung Putri, Bogor. Sebuah kawasan industri yang cukup padat. Memasuki kawasan industri itu, jalan berbatu yang terjal harus kami lalui. Truk-truk besar dan peti kemas berjalan pelan  karena harus berbagi dengan kendaraan lain seperti angkot berwarna biru. Maklum saja jalan yang dilalui tak terlalu lebar.

Aku dan bos punya kesimpulan yang sama. Mengapa di suatu kawasan industri jalanan dan kondisinya selalu di tidak nyaman. Jalan tak mulus dan sempit. Kondisi masyarakatnya pun tampaknya sudah akrab dengan debu-debu beterbangan setiap truk atau kendaraan melintas. Dulu, ketika aku reportase di kawasan industri di kawasan Bekasi pemandangan  juga taj jauh berbeda.

Kupikir, ketika sebuah perusahaan nyemplung di suatu area yang memang dikonsentrasikan untuk industri yang ditata apik itu hanya kawasan pabriknya saja. Apa mereka tidak merasa perlu mendandani area kanan kiri pabrik dan jalan menuju pabriknya. Alakah indahnya bila para pemilik pabrik itu bersama-sama bertanggung jawab dengan menata lingkungan yang nyaman bagi masyarakat sekitar.

Ya, pasti saja mereka pasti sudah merasa melakukan tugas sosial perusahaan dengan melakukan kegiatan CSR. Tapi tidak sedikit perusahaan yang melakuka CSR hanya sebatas kegiatan saja. Misalnya mengadakan sunatan masal. Seandainya saja mereka juga melakukan pembinaan masyakat sekeliling pabriknya untuk belajar menjadi wirausaha tentu, masyakarakat juga akan terdorong untuk menjaga lingkungan. Jadi kegiatan menjaga lingkungan bisa dilakukan baik oleh masyarakat dan pemilik industri.

Akan tampak nyaman bila, jalan-jalan menuju pabrik diaspal atau di beton dengan kuat -mengingat truk-truk selalu hilir mudik- sehingga tidak cepat berlubang atau rusak. Lantas ada penyisaan tanah untuk pohonan. Tentu pemandangannya dan kenyamanan di kawasan industri bisa terbangun. Bersama menjaga lingkungan.