sekitar adalah kata yang mampu berkata. bercerita selagi bisa tentang dunia yang berkata meski tak semua bermata.
Rabu, 30 April 2014
RATAP
*Teruntuk Darna Sri Astuti, Korban Mutilasi di Tol Cawang-Cikampek
Dia menyayatku
Begitu tenang
Dia mengirisku
Begitu dingin
Dia memotongku
Begitu tega
Terbelah aku
Terputus aku
Terpecah aku
Terkucur aku
dan berserakan aku
membusuklah setiap potong tubuh yang pernah disanjung
binatang pengurai terus menembus setiap selku
Dan para indra pencium pun galau mencari hulu bau
risaumu pun tak terelak
Dengan sang benalu, kau melarikanku di jalan berjaga
Dan berceceranlah aku
Harapmu, mereka melindasku hingga tak berjejak
Gelap matanya
hingga kakikupun tak bersentuh bumi
Dingin dan linglung
menatap raga yang pernah dicintanya
menatap tubuh berserak yang pernah dinikmatinya
menatap hati terburai yang pernah dipujanya
dia telah melumat cinta buta menjadi keji
Setiaku, patuhku, tak sekukupun dikenang
Pisaumu hanya bicara nadi yang terputus
Tapi bibir-bibir perempuan senasibku polos berujar, mengaratkan segala alibimu
Ketika kau bergelang besi
Mulutmu berujar fitnah, akulah pembawa benalu
Lagi, perempuan-perempuan itu bersaksi
Setiakulah yang kauingkari
Punggungku yang hilang tulang
Tak ada harga untukmu
Kini, semua nanar menghujammu
mengutukmu, berharap kau mati ditembus mesiu
Dan tak ada tega aku melihatmu.
15 Maret 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar